Glucomannan

Glucomannan is a natural, water-soluble dietary fiber extracted from the roots of the elephant yam, also known as konjac. It is available as a supplement, in drink mixes and is also added to food products, such as pasta and flour. It is also the main ingredient in shirataki noodles.

Glucomannan comprises 40% of the dry weight of the elephant yam, which is originally from Southeast Asia. It has a long history of use in herbal mixtures and traditional foods like tofu, noodles, and konjac jelly.

After the fiber has been extracted from the plant, it looks something like this: In addition to being sold as a dietary supplement, it is used as a food additive — an emulsifier and thickener denoted with the E-number E425-ii.

Glucomannan has an exceptional ability to absorb water and is one of the most viscous dietary fibers known.

It absorbs so much liquid that if you empty a glucomannan capsule into a small glass of water, the entire thing turns into a gel. These unique properties are believed to mediate its effects on weight loss

Glucomannan is a water-soluble dietary fiber.

Like other soluble fibers, it is believed to promote weight loss via several mechanisms :

  • It has a very lowcalorie
  • It takes up space in the stomach and promotes a feeling of fullness (satiety), reducing food intake at a subsequent meal.
  • It delays emptying of the stomach, contributing to increased satiety.
  • Like other soluble fibers, it reduces the absorption of protein and fat .

It also feeds the friendly bacteria in the intestine, which turn it into short-chain fatty acids like butyrate, shown to protect against fat gain in some animal studies.

Feeding the friendly gut bacteria may also have other benefits, and some studies have shown a correlation between altered gut bacteria and body weight.

These mechanisms are believed to be similar to the effects of other soluble fibers on weight loss.

However, glucomannan is different from other soluble fibers because it’s even moreviscous, which makes it particularly effective.

(https://authoritynutrition.com/glucomannan/)

Manfaat Porang

Manfaat tanaman porang banyak sekali terutama untuk industri dan kesehatan, hal ini terutama karena kandungan zat glucomanan yang ada di dalamnya. Adapun manfaat umbi porang adalah sebagai bahan lem atau perekat dan sebagai bahan makanan.

Glukomanan adalah polisakarida dalam famili mannan. Glukomanan terdiri dari monomer β-1,4 α-mannose dan α-glukosa. Glukomanan yang terkandung dalam umbi iles-iles dan porang mempunyai sifat dapat memperkuat gel, memperbaiki tekstur, mengentalkan, dan lain sebagainya (M.Alonso Sande,dkk  2008). Umbi porang bisa dibuat chips, chip setelah dimurnikan jadi tepung dibuat beraneka makanan, antara lain mie, tahu dan beras tiruan rendah kalori. Manfaat lain porang antara lain dipakai sebagai perekat atau lem, campuran bahan baku industri, bahan dasar industri perfilman, hingga diolah menjadi minuman penyegar tubuh. Saat ini, umbi porang belum dimanfaatkan oleh industri di Indonesia secara maksimal atau masyarakat secara luas sebagai bahan tambahan atau fungsional produk makanan. Hal ini disebabkan masyarakat belum dapat mengolah umbi porang tersebut menjadi bahan pangan yang praktis untuk dimakan. Penggunaan tepung glukomanan dari umbi porang sebagai bahan baku utama produk mie rendah kalori, yang merupakan salah satu produk pangan alternatif.

Beberapa manfaat dan kegunaan Porang

  1. Bahan Perekat / Lem : Sebagai bahan perekat tepung mannan ini daya rekatnya terbaik dan kedap air.
  2. Industri Textil : Tepung Mannan dipakai sebagai pengganti tepung kanji sehingga kain katun, kain linen, wol dan kain bahan imitasi lainnya menjadi lebih mengkilap
  3. Industri Kertas : Digunakan sebagai bahan campuran agar kertas menjadi cukup kuat dan lemas
  4. Industri Laboratorium : Pengganti media tumbuh mikroba ataupun sebagai detector mikroba alami yang mampu menyediakan unsur karbon bagi mikroba
  5. Industri Makanan :
    1. Pembuatan Konnyaku tofu dan shirataki di korea dan jepang.
    2. Karena rendah kalori tepung ini digunakan sebagai beras tiruan rendah kalori dan makanan lainnya
  6.  Industri Kesehatan :
    1. Mencegah naiknya kadar kolesterol dalam darah, Tepung Diet untuk penderita diabetes, Menurunkan darah tinggi.
    2. Tepung porang dapat mengurangi penyerapan lemak dalam tubuh sehingga sering digunakan untuk menurunkan berat tubuh.
    3. Pembungkus kapsul dan perekat tablet.
    4. Minuman Penyegar ( industri minuman )
  7. Industri Kelistrikan : Sebagai Isolator pembungkus kabel
  8. Industri Pesawat Terbang : Spare part pesawat dan parasut para penerun payung
  9. Industri Pabrik Gula
  10. Industri Pertambangan : Di Industri batubara tepung mannan digunakan untuk penjernih dan massa pengikat. Partikel batubara yang terlarut dalam air dapat dengan mudah terikat oleh mannan ini, sehingga airnya dapat dimanfaatkan kembali
  11. Industri perfilman : Biasa digunakan sebagai pengganti selulosa

Penghasil Porang

Banyak porang Indonesia ditanam di hutan bekerjasama dengan dinas perhutani yang biasa disebut dengan porang kph atau porang perhutani, seperti di jawa timur  budidaya porang di kph nganjuk, porang kediri, dan beberapa daerah porang di madiun seperti saradan, terkenal desa klangon (porang klangon) porang membentang dari blora sampai kediri.

Kredit radar madiun

Porang di jawa timur berada di daerah nganjuk, malang, blora, jember, mojokerto yang biasa di olah di pabrik sekitaran sidoarjo dan surabaya, pabrik porang sidoarjo dan pabrik porang surabaya mengolahnya menjadi tepung porang atau tepung glukomannan kemudian diexport ke jepang dan negara lainnya

Diluar jawa porang juga dibudidayakan di Kalimantan dan Sumatra, porang Kalimantan dan porang Kalimantan karena ditanam di lahan gambut, sehingga kadar glukomanannya sedikit, sehingga perlu penelitian lebih lanjut.

Porang yang bagus dari daerah nganjuk atau klangon saradan madiun sehingga dicari umbi dan bibit porang nganjuk yang dijual dan banyak yang mencarinya.

Porang di jawa barat banyak ditanam di sukabumi, dan slice driednya banyak diekspor juga.

Karena nilai ekonomis porang yang tinggi, saat ini banyak yang masuk ke industri porang, budidaya porang dilakukan untuk memenuhi permintaan porang yang semakin meningkat untuk pasar ekspor. Eksportir – exportir porang berlomba untuk mendapatkan porang saat masa panen. Banyak diantara petani porang melakukan budidaya porang di kawasan hutan, porang ditanam diantara pohon industri sehingga ada simbiosis mutualisme antara petani porang dan pohon tanaman industri milik perhutani.

Bisnis porang sangat menggiurkan sehingga diantara petani juga menjadi pembudidaya bibit porang dan umbi porang, bibit porang diantaranya dijual sesuai dengan besarnya katak atau umbinya.

Konjac

konjac is a Amorphophallus konjac also known as konjak, konjaku, konnyaku potato, devil’s tongue, voodoo lily, snake palm, or elephant yam is a plant of the genus Amorphophallus.

The dried corm of the konjac plant contains around 40% glucomannan gum. This polysaccharide makes konjac jelly highly viscous and may be responsible for many of its putative health benefits as used in traditional Chinese medicine, detoxification, tumour-suppression, blood stasis alleviation and phlegm liquefactio.

Forest as an ecosystem not only save natural resources such as timber, but still a lot of potential non-wood that can be taken by society through the cultivation of agricultural crops on forest land. The farming activities are expected to bring the benefits in terms of both economic and ecological terms, which will remain in soil fertility can be maintained without changing the main function. One type of crop stream considerable potential is konjac tuber, and in order to provide the pilot community about konjac

Indonesia Konjac is free from chemicals, colouring, additives and irritants. 100% biodegradable and fully sustainable, this moisture rich plant fibre is mixed and handmade into our sponges with natural water filtered through volcanic rock.

Konjac plant (Amorphopallus oncophillus) is a plant that lives in tropical forests. Plants can also be planted in the lowlands are easy to live among stands of forest trees such as teak, tree Sono, etc.

First discovered in the Indochinese region, Konnyaku has been used in Korea, Japan and China for over 1,500 as medicine, food, a dieting aid and as a beauty product. Highly prized for its health giving properties the Konjac Sponge was originally created for delicate baby skin.

Suweg

 

 

 

gambar kredit www.alasehat.net

Suweg dalam bahasa jawa dan sunda atau Sobek dalam bahasa madura nama latinnya adalah Amorphophallus campanulatus forma hortensis 

  • Hampir mirip dengan porang ( lihat perbedaan porang suweg dan iles iles ) tetapi tidak mempunyai buah di setiap cabang tengkainya.
  • Batangnya tidak begitu halus agak gerigi
  • Umbi suweg berwarna putih, berserat dan mempunyai mata tunas lebih dari satu.

Umbi suweg

kredit : www.wanamitra.blogspot.co.id

Mengenali tanaman porang – glukomannan

 Ciri – ciri porang adalah

Bunga:

sebenarnya bunga ini adalah buah terakhir dari tumbuhan porang yang umbinya tidak produktif lagi(mati) biasanya kalau umur tanaman lebih dari 3 tahun bunga ini baru muncul , bunga ini menyerupai gada ,warna bunga sewaktu muncul baunya sangat tidak enak seperti bangkai, kalau bunga ini sudah tua akan berubah merah dan ini yang disemaikan untuk bibit yang terlebih dulu melalui proses penjemuran

Katak/bulbil :
Katak/bubil atau pentol adalah buah yang tumbuh di setiap cabang tangkai porang adapun jenis katak dibedakan menjadi 2 lagi jenis nya yaitu katak super dan katak biasa. Katak super, Jenis katak ini per biji bisa tumbuh 2-3 batang lebih besar dalam satu musim daripada katak biasa. Keuntungan jenis ini satu musim pun bisa dipanen walau umbi tidak terlalu besar kalau perawatan serius bisa sampai 3 kg dalam 6 bulan

Katak biasa, yaitu katak yang tumbuhnya di pangkal ranting percabangan. Katak ini bisa berjumlah 3-8 biji. Jenis katak ini 1 biji bisa tumbuh 3-4 batang dalam satu musim dan akan tumbuh lagi di musim berikutnya, ini yang biasanya dijadikan bibit umbi kecil karna bobot nya cma 2,5 ons- 08 ons maxsimal

Umbi:

Adalah hasil perubahan dari bunga dan katak yang tumbuh dalam satu musim bisa dikatakan porang kecil. Bibit jenis ini kalau kita tanam dalam 6 bulan bisa mencapai 3-7kg/batang, biasanya bobot 2,5 ons – 8 ons, jenis ini pula bisa digunakan untuk cara men anam cepat panen , Jadi gak perlu menunggu 2 musim untuk panen

umbi porang maxsimal Bisa dipanen dalam 7 bulan, tergantung dari jenis benih nya. Dari umbi bisa dipanen dalam satu musim tetapi kalau dari bunga dan katak bisa dipanen mencapai 2 musim.  Porang bisa dipanen apa bila daun dan batang nya sudah layu dan menguning, karena kadar air nya sudah rendah biasanya pada bulan juli agustus . Apa bila dipanen sebelum waktunya kadar air terlalu tinggi akan mempengaruhi kwalitas porang.

 Tanaman porang merupakan komoditas Exsport dengan negara tujuan jepang dan vietnam serta daerah daerah eropa barat. Saat ini indonesia baru bisa memenuhi 25%  pertahun dari permintaan, artinya membudidayakan tanaman ini akan tetap mempunyai prospek yang bagus.

Perbedaan Porang Suweg dan Iles Iles

Tanaman porang (Amarphopallus oncophilus) adalah tanaman daerah tropis yang termasuk family iles-iles, juga merupakan family bunga bangkai yang terkenal itu. Tanaman ini mempunyai umbi dengan kandungan yang terkenal yaitu Glucomanan-nya cukup tinggi.

Klasifikasi tanaman porang :

Kerajaan      : Plantae

Ordo              : Alismatales

Family           : Araceae

Genus           : Amorphopallus

spesies        : A. muelleri

 

Perbedaan porang suweg dan iles-iles

Tumbuhan porang mirip sekali dengan suweg / walur /  Iles Iles tetapi porang mempunyai ciri ciri tersendiri, sehingga porang berbeda dengan suweg, iles iles ataupun walur. Ciri ciri tersebut memang belum banyak yang mengetahui karena serupa kalau hanya sekilas.

  • Amorphophallus campanulatus forma hortensis                 : Suweg (Jawa dan Sunda), Sobek (Madura).
  • Amorphophallus campanulatus forma sylvestris                 : Walur (Jawa)
  • Amorphophallus variabilis                                                                 : Iles putih (Jawa)
  •  Amorphophallus onchophyllus                                                       : Porang (Jawa),  Acung/Cocoan Oray/Iles (Sunda) dan Kruwu/lorkong/Labig/Subeg Bali/Subeg leres (Madura)

Adapun perbedaan porang dengan suwg dan iles iles yang tampak secara visual adalah :

Porang

Porang adalah tumbuhan berumbi yang

  • Mempunyai buah atau katak (jawa) atau pentol/bubil disetiap cabang tangkainya.
  • Mempunyai batang halus dan tidak bergerigi
  • Daun berbentuk bintang tetapi agak lebar sedikit tebal kaku
  • Pada daging umbi porang warnanya kuning

Suweg

  • Hampir mirip dengan porang tetapi tidak mempunyai buah di setiap cabang tengkainya.
  • Batangnya tidak begitu halus agak gerigi
  • Umbi suweg berwarna putih, berserat dan mempunyai mata tunas lebih dari satu.

Iles-Iles

Tanaman ini hampir sama dengan porang juga akan tetapi yang membedakan adalah:

  • Tidak mempunyai buah disetiap cabang tangkainya
  • Batang nya bergerigi dan agak kaku, Biasanya ber batang coklat, Hitam, Ada juga yang berwarna ungu. Daging umbi berwarna putih.

 

Shirataki

The quintessential Japanese foods that (may) help you lose weight and for diabetics diet, that is  konnyaku and shirataki, they are very low in digestible carbohydrates, calories and high fiber. Both are made from the same substance from the corm of the konnyaku or konjac plant, Devil’s Tongue plant, or Porang in Bahasa Indonesia. Glucomannan powder is extacted from a corm (tuber), then mixed with water and limewater to turn it into a substance called konnyaku. Shirataki is also known as konnyaku noodles, to further confuse things, but I prefer to call it shirataki, which means “white waterfall”. It’s basically konnyaku shaped like long thin noodles.

 

 

Credit from Christine Gallary

 

 

Konnyaku itself has little flavor, with textures such as agar agar (Kanten) but more chewy. So, you can add them to all kinds of foods to add almost- no-calorie bulk to fill the spaces in your stomach. These noodles are great for those looking for an alternative to traditional wheat or rice noodles, and while the fact they contain zero (or minimal) calories.

 

Devil’s Tongue plant

Devil tongue plant or porang in bahasa indonesia is a herbaceous plant, erect stems, soft, smooth stems are green with white spots. Single rod break down into three secondary trunks and will break down again at once into the petiole.

At each meeting the stem will grow pimples or farmers used to call “katak” blackish brown as plant propagation tool Devil tongue plant. Plant height can reach 1.5 meters depending on age and fertility.

in Indonesia Devil tongue plant is known by many names depending on the region of origin, in the Sunda also called acung or acoan oray, kajrong Nganjuk, etc. There are many plants that are similar to that porang suweg, iles iles, walur.

Devils Togue plant generally can grow in all types of soil, have special properties that have a high tolerance for shade or shade (hold the shade). These plants only require light to a maximum of only 40%. Can be grown at an altitude above sea 0 -700. Most good growing at an altitude of 100 – 600 Abs.